Tak Lagi Penting
Ada kabar apa hari ini?
Secerah langit siang?
Atau gemuruh seperti badai semalam?
Sepertinya setenang air di dalam kulkas saat puasa
Kabar darimu tak lagi sepenting risol bihun yang jadi primadona saat menuju magrib
Tak apa kau tak lagi menghubungiku
Sebab terhubung dengan penjual takjil lebih penting untuk sekarang
Cinta tak selalu utama
Sebab kolak menjadi komoditas utama pemersatu keluarga di meja makan
Meskipun kadang tahtanya tergeser oleh biji salak
Kadang juga es kelapa muda
Sejauh aku melangkah
Aku telah mencarimu kemana-mana
Tapi yang ku temukan hanya mie ayam di sudut perkotaan
Jadi ijinkan untuk sementara, aku mencintai mie ayam dengan seada-adanya
Komentar
Posting Komentar