Sepasang Bola Mata
Di antara Tangerang dan Jakarta
Ada sepotong kenangan yang terjaga
Ia menjelma segelas kopi yang sudah dingin
Kau sering menyebutnya rindu
Apakah rindu adalah sepasang bola mata?
Sebagian melihat harapan, sebagian lagi melihat kekecewaan
Bukankan kecewa adalah anak dari rasa cinta yang berlebihan
Kau yang dengan sengaja jatuh cinta
Tetapi kau yang mengumpat saat jatuhnya terlalu sakit
Pada akhirnya, saat mencintai, kau juga harus menyiapkan tempat untuk menikmati rasa sakitnya
Jangan lelah mencintai, sebab selalu ada kebahagiaan di dalamnya
Jangan putus asa saat kecewa, sebab akan selalu ada panasea yang obatinya
Komentar
Posting Komentar