Setitik Cahaya
Aku menepi di beranda rumah yang kini sepi
Menyeduh teh hangat, menyantap kudapan
Menikmati sore dengan parade perpisahannya
Senja dengan kostum jingga yang menawan
Dengan bermanik gumpalan awan
Dengan indah, ia berlalu dan menghilang
Kelambu malam terbentang luas
Dengan gemintang dan purnama yang menyala terang
Menyanyikan senandung riang
Dengan pesan
meski dalam gelap, akan ada setitik cahaya yang tetap menyala
Meskipun seperti redup cahaya kunang-kunang yang tergerus terangnya kota
Meski kecil aku tetap ada
Melihatmu dari kejauhan
Dengan tetap merawat setitik cahaya yang bertahan
Komentar
Posting Komentar