Langkah Kecil

Aku siapkan sepatu terbaikku, mengenakan baju andalan, memakai wewangian hujan, dan aku siap. Menemanimu berjalan, dengan langkah kecil. Melihat pohon-pohon di jalan, menikmati jajanan jalanan, mendengarkan lagu kesukaan sambil memandang langit, memakan bekal masakanmu, lalu berhenti di tepi langit, mengantar senja pulang, menyambut malam datang.

Lalu kita memulai langkah kecil lagi, melihat taman dengan lampu cantiknya, menyantap burger yang kita beli dari restoran raksasa yang terus menggurita, meminum kopi susu yang katamu “aslam friendly” itu, menghitung bintang yang tak kunjung selesai, sesekali rembulan menertawai kita.

Hingga malam menuju puncaknya, kita lanjutkan langkah kecil kita. Mengantarmu menuju dermaga, melangkah di antara pasir-pasir pantai yang dingin. Menikmati senyummu yang hangat tapi getir. Seseorang telah menunggumu di bibir pantai, mengajakmu menuju kapalnya. Aku akan di sini, langkah kecil sudah selesai. Melepasmu pergi, sauh diangkat, kapal berlayar. Semakin jauh, punggungmu dilahap kabut. Aku termenung melihatmu semakin hilang, pipi basah, entah air laut atau air mata, aku tak bisa berpikir. Aku membeku sejenak. Ku hela napas panjang, sudah saatnya pulang, hidup harus tetap berjalan, meskipun dengan langkah kecil yang baru.

Komentar

Postingan Populer